Kenusaputraan : Trilogi Universitas Nusa Putra

TRILOGI UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Universitas Nusa Putra berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor : 108/KPT/I/2018 Tentang Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Teknologi Nusa Putra di Sukabumi yang dikelola oleh Yayasan Perguruan Nusa Putra Sukabumi menjadi Universitas Nusa Putra di Sukabumi yang diselenggarakan oleh Yayasan Perguruan Nusa Putra Sukabumi. Tepatnya pada hari Jumat tanggal 02 Februari 2018, sejak hari itulah secara resmi Universitas Nusa Putra yang sering di singkat NPU (Nusa Putra University) secara resmi berdiri.

Trilogi Nusa Putra merupakan konsep nilai yang dipegang oleh Universitas Nusa Putra sebagai pedoman moral dan spiritual bagi seluruh civitas akademika. Trilogi ini terdiri dari tiga prinsip utama: Amordeus, Parentium, dan Conservis, yang masing-masing menggambarkan bentuk cinta kasih yang menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Trilogi Nusa Putra bukan sekadar konsep, tetapi merupakan pedoman yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan Amordeus, Parentium, dan Conservis, diharapkan individu dapat menjadi pribadi yang berkarakter kuat, memiliki kepedulian sosial tinggi, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Cinta kasih merupakan nilai fundamental yang menjadi dasar dalam kehidupan manusia. Dalam berbagai ajaran agama dan norma sosial, cinta kasih diajarkan sebagai pedoman dalam menjalin hubungan dengan Tuhan, orang tua, dan sesama. Penerapan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari mencerminkan nilai-nilai moral dan spiritual yang mendukung terciptanya masyarakat yang harmonis dan penuh kedamaian.

1. AMOR DEUS (Cinta Kasih kepada Tuhan)

Cinta kasih kepada Tuhan diwujudkan melalui ketaatan, ibadah, serta rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan. Salah satu bentuk penerapan cinta kasih ini adalah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibadah yang dilakukan secara tulus, seperti berdoa, membaca kitab suci, dan berbuat kebaikan kepada sesama, merupakan cara untuk menunjukkan cinta kepada Tuhan. Selain itu, mencintai Tuhan juga berarti menjaga ciptaan-Nya, baik alam maupun makhluk hidup, sebagai wujud rasa syukur atas anugerah yang telah diberikan.

2. PARENTIUM (Cinta Kasih kepada Orang Tua)

Orang tua merupakan sosok yang memiliki peran besar dalam kehidupan seseorang. Mereka telah mengorbankan banyak hal demi kebahagiaan dan masa depan anak-anaknya. Oleh karena itu, cinta kasih kepada orang tua harus diwujudkan dalam bentuk sikap hormat, taat, dan kepedulian terhadap mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang anak dapat menunjukkan cinta kasihnya dengan bersikap sopan, mendengarkan nasihat mereka, serta membantu meringankan beban mereka. Selain itu, di saat orang tua telah lanjut usia, anak-anak memiliki tanggung jawab untuk merawat dan mendukung mereka secara emosional maupun finansial sebagai bentuk bakti yang tulus.

3. CONSERVIS (Cinta Kasih kepada Sesama)

Cinta kasih kepada sesama mencerminkan kepedulian dan rasa empati terhadap orang lain. Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia tidak dapat hidup sendiri, sehingga perlu adanya sikap tolong-menolong dan menghormati satu sama lain. Salah satu cara menerapkan cinta kasih kepada sesama adalah dengan bersikap ramah, memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, serta tidak membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakang atau status sosial. Selain itu, sikap saling memaafkan dan menghindari permusuhan juga merupakan bentuk nyata dari cinta kasih kepada sesama.

Penerapan cinta kasih kepada Tuhan, orang tua, dan sesama dalam kehidupan sehari-hari merupakan cerminan dari nilai-nilai luhur yang mendukung terciptanya kehidupan yang harmonis. Dengan menunjukkan rasa cinta kepada Tuhan melalui ibadah dan kepatuhan, mencintai orang tua dengan bakti dan kepedulian, serta mencintai sesama dengan sikap tolong-menolong dan toleransi, kita dapat membangun lingkungan yang lebih damai dan penuh kasih. Cinta kasih bukan hanya sebuah konsep, tetapi juga harus menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari agar kehidupan lebih bermakna dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Komentar